Semua informasi seputar bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ethreum (ETH) dan berbagai cryptocurrency

Perbedaan Token ICO Vs Bitcoin dan Altcoins

Seringkali kita mendengar istilah-istilah baru dalam dunia kriptografi, misalnya saja ICO, Tokens, Bitcoin, Altcoins, dan lain sebagainya. Kali ini kita akan membahas kesimpang siuran pemahaman tentang Perbedaan Token ICO VS Bitcoin dan Altcoins lainnya.

Perbedaan Token ICO Vs Bitcoin dan Altcoins

Sebelum melanjutkan kepada pembahasan Perbedaan Token ICO VS Bitcoin dan Altcoins lainnya, mari kita memahami dulu Apa Itu ICO?.

Secar sederhana, ICO (Initial Coin Offering / Penawaran Koin Perdana) adalah suatu kegiatan pengumpulan dana masal (Crowdfunding) yang dilakukan oleh perusahaan baru / berkembang dengan menyodorkan sebuah Whitepaper yang berisi segala hal tentang proyek kripto yang mereka kerjakan. Proyek tersebut kemudian di peruntukkan untuk massa secara umum, tanpa terkait kepada pihak otoritas manapun termasuk pemerintah. Perusahaan ICO tersebut kemudian mengambil salah satu algoritma Proof-of-Work / Proof-of-Stake yang sudah dimiliki Bitcoin maupun Altcoins lain, kemudian sebuah proyek akan dilakukan dengan “men-digitalkan dan men-desentralisasikan / men-distribusikan” suatu produk menjadi sebuah Token.

Dari sini kita sudah mulai memahami apa arti sebuah ICO Token yang dimaksud. ICO Token disini juga dapat berperan sebagai Paper pemegang andil saham untuk perusahaan tersebut jika jumlahnya mencukupi.

Hubungan Erat antara Token ICO – Bitcoin dan Altcoins

  1. Dalam pembahasan mengenai Perbedaan Token ICO Vs Bitcoin dan Altcoins, ada beberapa hal erat mengenai 2 hal berbeda tersebut.
    Pertama, Token ICO adalah suatu perwujudan dari sebuah pemisahan jaringan Blockchain. Anggap saja sebuah Hardfork yang ditengarai oleh suatu perusahaan. Seperti yang terjadi pada jaringan Induk ARDOR pada awal bulan januari 2018. Perusahaan Jelurida melakukan ICO dengan menggunakan dasar pemrograman dan jaringan ARDOR untuk menciptakan sebuah Altcoins baru bernama Ignis (IGNIS). Namun, ICO tidak hanya dilakukan semata-mata untuk menghasilkan koin baru yang semakin meramaikan industri kriptografi. Ada hal lain yang dimaksudkan disini yaitu men-digitalkan sebuah produk atau jasa, agar dapat di-distribusikan secara masif dan mudah.
  2. Token ICO pasti mengambil salah satu dari 1.380-an koin yang sudah tercipta. Sebenarnya, algoritma untuk kripto saat ini hanya ada dua yaitu Proof-of-Stake dan Proof-of-Work. Dan seluruh ICO yang sudah dan akan terjadi pasti akan mengambil salah satu Algoritma tersebut untuk menciptakan token yang mereka inginkan.

Apa Maksud Dari Token ICO Di Ciptakan?

Secara jelas, Token ICO diciptakan agar para investor percaya kepada perusahaan / proyek yang sedang ingin dikerjakan. Kita ambil contoh ICO TRON yang dilakukan pada 1 Agustus lalu, pencipta TRON mengambil algoritma Proof-of-Stake untuk menciptakan sebuah Token TRN untuk ICO nya. TRON pada saat itu ingin menciptakan sebuah platform ter-desentralisasi untuk hiburan, dimana para konten kreator kreatif mendapatkan beberapa “Rewards / Bayaran” dengan upload dan mendistribusikan konten asli mereka. Proyek tersebut disambut baik oleh para investor dunia, karena menganggap proyek TRON akan berlangsung baik dimasa depan. Keuntungannya, saat dilakukan ICO pada Agustus 2017 lalu, TRON hanya bernilai sekitar $0.01 saja, dan saat ini sudah bernilai $0.11, atau naik sebesar 1.100% hanya dalam kurun waktu 4 bulan-an.

Hal inilah yang kemudian diburu oleh para investor, dimana Token ICO “Secara Pasti” akan dirilis dengan harga yang sangat “Murah”, kemudian bisa dijadikan sebuah ajang sepulasi / investasi dengan kesempatan pertumbuhan nilai yang sangat besar. Bayangkan saja, tidak ada instrumen investasi selain kripto yang menawarkankeuntungan hingga 11 kali lipat pertumbuhan nilai selama kurun waktu 4 bulan saja.

Cari Artikel