Semua informasi seputar bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ethreum (ETH) dan berbagai cryptocurrency

Negara-Negara Yang Melarang Bitcoin

Spread the love

negara-negara yang melarang bitcoinTahun 2017 dapat dikatakan sebagai tahun kejayaan bitcoin dalam dunia trasaksi uang digital atau cryptocurrency. Banyak orang yang mengincar bitcoin untuk dijadikan sebagai salah satu investasi yang menguntungkan. Hal ini karena nilai tukar bitcoin sangat tinggi di pasaran uang digital, yaitu satu bitcoin dapat mencapai angka 184 juta rupiah. Nilai ini naik dari nilai sebelumnya yang hanya 23 juta rupiah. Namun, nilai tukar bitcoin ini dapat saja tiba-tiba turun dalam waktu yang sangat singkat. Nilai tukar bitcoin dapat naik dari 23 juta menjadi 184 juta dalam waktu satu jam saja dan tentunya juga dapat turun kembali juga dalam waktu satu jam. Fenomena ini tentu dapat membuat seseorang menjadi kaya dan miskin hanya dalam waktu yang sangat singkat. Ketidakstabilan nilai tukar bitcoin inilah yang membuat beberapa negara melarang penggunaan bitcoin sebagai mata uang digital dalam bertransaksi di negara-negara tersebut. Beberapa negara yang melarang bitcoin adalah:

1. Bangladesh
Negara yang melarang bitcoin yang pertama yaitu Bangladesh. Bangladesh mulai melarang bitcoin digunakan di negaranya sejak 22 September 2014 dengan alasan bahwa bitcoin dapat berpotensi menjadi tempat pejabat negara melakukan pencucian uang.

2. Indonesia
Takut dengan bticoin bubble yang dapat membuat nilai tukar bitcoin naik dan turun secara drastis dalam waktu singkat, mulai tahun 2018 pemerintah Indonesia melarang penggunaan bitcoin untuk seluruh transaksi digital di Indonesia.

3. Bolivia
Sejak 19 Juni 2014, negara yang terletak di Amerika Selatan ini mulai melarang bitcoin beredar di negaranya. Bank sentral Bolivia mengatakan bahwa menggunakan mata uang yang tidak diterbitkan dan dikeluarkan oleh negara merupakan salah satu tindakan yang illegal.

4. China
China juga menjadi negara berikutnya yang melarang transaksi menggunakan bitcoin. Pelarangan ini mulai berlaku sejak 8 Januari 2017. Padahal China merupakan pasar terbesar bagi peredaran bitcoin. Pemerintah melarang Lembaga perbankan dan karyawannya untuk melakukan bisnis bitcoin dengan atau tanpa melalui perbankan serta dilarang melayani bisnis industry bitcoin. Bitcoin di Chine dilegalkan hanya untuk warga biasa.

5. Ekuador
Ekuador juga beralasan akan menerbitkan mata uang digitalnya sendiri yang lebih dapat dikontrol oleh lembaga keuangan resmi yang dimiliki oleh pemerintah. Alasan ini membuat bitcoin dilarang di negara yang berbatasan dengan Columbia ini sejak 24 Maret 2015.

6. Islandia
19 Maret 2014 pelarangan bitcoin di Islandia mulai diberlakukan dengan alasan bitcoin tidak sesuai dengan perudang-undangan yang berlaku di Islandia. Islandia tidak secara tegas melarang bitcoin, namun menyebutnya dengan “nebulous designation” yang secara tersirat tidak menginginkan bitcoin digunakan untuk bertransaksi di Islandia.

7. India
Sebelum dilarang terdapat beberapa perusahaan yang menyediakan jasa bitcoin di India, seperti BTCXIndia, KYC, dan AML. Namun, karena alasan yang tidak disebutkan dengan pasti India mulai melarang penggunaan bitcoin dengan berhentinya kerjasama antara bank dengan penyedia jasa bitcoin. Beberapa isu yang beredar pelarangan ini disebabkan karena resiko yang telah dirasakan atau pelarangan yang memang dikeluarkan oleh management bank.

Selain negara yang melarang bitcoin di atas, terdapat negara-negara lainnya yang juga melarang penggunaan bitcoin untuk transaksi, seperti Vietnam, Nigeria, Taiwan, dan negara di belahan dunia lainnya. Melihat banyaknya negara yang melarang peredaran bitcoin ini, keeksisan bitcoin sebagai mata uang digital di masa depan masih banyak dipertanyakan. Banyak yang memperkirakan fenomena bitcoin tidak akan bertahan lama. Terutama dengan fakta bahwa pendiri bitcoin sendiri, Satoshi Nakamoto dikabarkan sudah menjual seluruh aset bitcoin yang dimilikinya. Ya.. kita lihat saja bagaimana bitcoin pada masa-masa berikutnya.
baca juga: apa itu nxt.


Spread the love

Cari Artikel