Semua informasi seputar bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ethreum (ETH) dan berbagai cryptocurrency

Anggapan yang Keliru Soal Bursa Bitcoin Indonesia

Bursa Bitcoin Indonesia ? Harga semakin melambung. Permintaan naik drastis. Secara otomatis bursa Bitcoin Indonesia semakin menggemuruh. Di Indonesia, nilai mata uang virtual ini memegang rekor sebagai mata uang dengan nilai terbesar. Jauh melebihi angka yang dicapai nilai tukar dari Dolar. Namun ada saja anggapan yang keliru soal Bitcoin seperti beberapa di bawah ini.

Bursa Bitcoin Indonesia

1. Bitcoin sebagai Alat Pembayaran

Telah beredar kabar, bahwa pihak BI maupun OJK tidak menyetujui Bitcoin dijadikan alat pembayaran. Maksud “alat pembayaran” ini setara dengan Rupiah di Indonesia. Jadi, misalnya Anda pergi ke supermarket dan beli sekeranjang wortel. Kemudian beli dengan kepingan Bitcoin. Nah, itu yang dilarang. Alasannya karena bukan mata uang Indonesia.

BI dan OJK yang selama ini menjadi badan yang mengesahkan apa pun di roda transaksi ekonomi membuat banyak orang salah paham. Berangkat dari hal itu, masyarakat pun menilai Bitcoin itu ilegal dan semacamnya. Padahal tidak begitu. Negara mana pun di dunia juga tidak akan menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Alasan utamanya karena Bitcoin tidak memiliki negara sebagai tuannya. Hal ini pun diamini oleh Bos Bitcoin di Indonesia, Oscar Darmawan, bahwa Bitcoin memang bukan alat pembayaran. Lebih berarti sebagai barang yang bisa diinvestasikan. Soalnya memiliki pertambahan nilai setiap tahunnya. Hampir serupa dengan emas yang selama ini beredar.

2. Trading Bitcoin itu Selalu Merugikan

Barangkali lebih tepatnya “berisiko tinggi”. Kalau tahu cara trading yang benar, profit yang dihasilkan lebih real. Selain jadi trader, bisa pula jadi miner yang cenderung jauh lebih menguntungkan. Asalkan Anda tahu dasar-dasar cryptocurrency dan komputerisasi yang canggih. Minimal bisa memecahkan blok-blok Bitcoin yang bebas di dunia.

Adanya risiko tinggi tersebut karena harga sekeping Bitcoin sangat fluktuatif. Ciri khas mata uang virtual kan begitu. Semakin kuat spekulasinya, maka semakin besar pula kesempatan untuk memperoleh profit yang lebih menjanjikan. Dari bisnis Bitcoin ini, banyak orang Indonesia yang berhasil memperbaiki ekonomi keluarga dengan hasil trading Bitcoin.

3. Masa Depan Bitcoin Tidak Jelas

Seiring tajamnya kenaikan harga Bitcoin, maka tidak terhindar pula isu tentang keraguan popularitas Bitcoin di masa depan. Kabar tersebut berembus karena Bitcoin seperti tidak memiliki rumah. Orang yang menamakan diri sebagai Satoshi Nakamoto juga belum diketahui identitas aslinya. Lagi pula mata uang Bitcoin tidak bisa diraba.

Dengan begitu, penilaian soal masa depan Bitcoin pun tak terhindarkan. Selama ini, perusahaan pembuatan wallet Bitcoin paling terkenal bernama Blockchain. Tingkat keamanannya sangat tinggi. Setiap wallet yang dibuat menjadi tanggung jawab penuh Blockchain. Sedangkan untuk hal-hal penting seperti password menjadi milik investor. Setiap password yang ditampilkan hanya bisa dilihat oleh investor. Berkat komputerisasi yang tinggi dari Blockchain, semua password yang terdaftar langsung dienkripsi dengan huruf, angka, dan simbol yang acak. Jadi tidak mungkin ada yang bisa menembusnya, termasuk administrasi Blockchain itu sendiri.

Ketiga anggapan tersebut sempat melemahkan hati para investor Bitcoin. Tapi tidak sedikit pun melemahkan harga Bitcoin di bursa Bitcoin Indonesia. Apalagi ketika diterbitkannya Bitcoin Cash sebagai pendukung Bitcoin kalau-kalau bagian dari Bitcoin yang tidak bisa divalidasi. Bahkan nilai keduanya sangat tinggi dibanding mata uang lain.
Baca Juga: negara-negara yang melarang peredaran bitcoin.

Cari Artikel