Semua informasi seputar bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ethreum (ETH) dan berbagai cryptocurrency

Apakah Bitcoin Halal atau Haram Menurut Hukum Syariah Islam?

Spread the love

Dalam syariat Islam, kita mengenal halal dan haram. Standar itu memiliki dasar hukum dari Alqur’an dan Hadits. Kemudian timbul pertanyaan, “Apakah Bitcoin halal atau haram dan bagaimana penetapan standar hukum secara islami?” Dari pertanyaan itu, pemuka agama Islam di Indonesia pun bermufakat. Kemudian beginilah kesimpulannya.

Bitcoin Halal atau Haram

Bitcoin Bebas dari Hubungannya dengan Riba

Riba dalam Islam itu dilarang dan pelakunya bisa diganjar hukuman yang cukup berat. Transaksi yang melibatkan riba bukan hanya soal pinjam-meminjam, tapi juga soal menabung. Di sinilah titik peliknya. Sebagian besar orang menganggap bahwa investasi Bitcoin sama halnya menabung di bank. Padahal berbeda, walaupun kelihatannya sama.

Faktanya, Bitcoin bebas dari syarat dan pra-syarat adanya riba. Soalnya pihak pembuat wallet tidak memberikan bunga sama sekali. Soal penarikan biaya administrasi, kiranya setiap transaksi itu ada. Bukan hanya Bitcoin saja. Bitcoin juga bebas dari fitur pinjam-meminjam. Adanya trading atau saling tukar mata uang digital. Jadi tidak memerlukan bunga.

Bitcoin Bukan Sekadar Mata Uang

Kalau ada yang bertanya, Bitcoin itu halal atau haram? Maka jawabannya tergantung. Bitcoin itu bukan sekadar uang. Jadi tidak bisa disamakan dengan uang konvensional. Transaksi dan pembayaran via daring merupakan ciri khas Bitcoin yang tidak dimiliki mata uang konvensional. Sedangkan teknologi yang mengakomodasinya bernama Blockchain.

Bitcoin berbeda juga dengan logam mulia yang memiliki nilai absolut. Setiap satu Bitcoin bisa dipecah ke dalam beberapa keping. Sampai saat ini belum begitu jelas nama untuk setiap puluh, ratus, ribu, atau jutaan keping Bitcoin. Ketika dijadikan sarana untuk pinjam meminjam plus bunga, maka hasilnya jadi provokatif.

Harga Bitcoin Tidak Menentu

Apakah Bitcoin halal atau haram secara syariat Islam? Selama ini, konsep syariah yang paling terkenal itu dengan bagi hasil tanpa bunga. Sedangkan hasil dari program tersebut tidak menentu. Bitcoin sudah memenuhi kriteria tersebut. Setiap menit, bahkan detik, harga Bitcoin berubah-ubah kalau diamati dari harga pasar uang digital di seluruh dunia.

Itu artinya Bitcoin sesuai dengan hukum syariah Islam. Coba Anda lihat nilai kurs Bitcoin ke Rupiah atau ke Dolar. Kemudian bandingkan harga kurs Rupiah ke Bitcoin atau ke Dolar. Lebih tetap yang mana? Pasti Rupiah dan Dolar. Pada bulan April 2018, dalam periode 1 jam saja, harga 1 Bitcoin sudah melonjak lebih dari 1.000 Dolar.

Pemerintah Tidak Melegalkan Transaksi Sehari-hari dengan Bitcoin

Ini tentang pemerintah Indonesia dan transaksi dalam bentuk apa pun. Kenapa pemerintah tidak melegalkan transaksi dengan Bitcoin? Soalnya mata uang tetap dan resmi yang digunakan untuk transaksi hanyalah Rupiah. Kalau Bitcoin memiliki fungsi yang sama, nanti ada dualitas mata uang di Indonesia. Efeknya sangat luas dan cenderung berbahaya.

Akan tetapi, pemerintah tidak melarang siapa pun untuk trading dengan Bitcoin. Hanya mewanti-wanti pada masyarakat, bahwa trading Bitcoin itu sangat berisiko. Itu memang benar. Modal utama jadi pemain Bitcoin andal itu harus punya kesabaran di atas rata-rata. Hal inilah yang sering membuat para trader pemula mengalami kerugian.

Secara garis besar, menurut Islam Bitcoin itu sudah sesuai dengan syariat. Jadi jelas jawabannya atas pertanyaan apakah Bitcoin halal atau haram. Seorang pendiri Blossom Finance, Matthew J. Martin, telah menerbitkan 22 halaman yang memuat studi kasus mengenai hubungan Bitcoin dengan ekonomi dalam Islam. Silakan kalau Anda mau baca.
Baca Juga: Mengenal Smart Contract Ethereum Sebagai Teknologi Blockchain.


Spread the love

Cari Artikel