Semua informasi seputar bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ethreum (ETH) dan berbagai cryptocurrency

Apakah Benar ETC Akan Hardfork ?

Hardfork Ethereum

Hardfork

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Hardfork pemisahan Chain yang terjadi antara Ethereum Classic (ETC) dan Ethereum (ETH) adalah karena Insiden Hacking The DAO. Sebelum kita beranjak lebih jauh, mari kita pahami Apa Itu Hardfork?.

Jika kita mengambil kutipan dari Investopedia.com, Hardfork atau (Garpu Keras) adalah suatu perubahan radikal terhadap suatu protokol yang membuat suatu blok pada jaringan Blockchain yang tidak valid (sebaliknya) menjadi valid (sebaliknya), sehingga mengharuskan keseluruhan node jaringan untuk Upgrade ke versi perangkat lunak yang terbaru.

Dalam kasus Hardfork Ethereum Classic (ETC), terjadi suatu pemisahan pada jaringan Ethereum Core yang menyebabkan terciptakan Blok pada jaringan Blockchain yang baru, sehingga menghasilkan satu Altcoin lain yang baru yang dinamakan Ethereum (ETH) yang populer saat ini.
Lalu, mari kita pahami lebih lanjut tentang apa yang terjadi dibalik Hardfork yang terjadi pada jaringan Ethereum Core.

Insiden The DAO

DAO atau Decentralized Autonomous Organization merupakan sebuah organisasi Startup yang bertujuan untuk membuat sistem secara otomatis didalam perusahaan, tanpa ikut campur tangan pihak terkait untuk validasi dokumen maupun Signature, sehingga kinerja perusahaan (organisasi) dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien.

Untuk men-sukseskan rencana tersebut, The DAO kemudian membuat satu program ICO (Initial Coin Offering / Penawaran Koin Perdana) kepada publik dan mendapatkan hasil yang sangat maksimal, yaitu dapat merangkul dana publik hingga $150 juta atau proyek ICO terbesar kala itu. Setelah berhasil mengumpulkan dana yang dibutuhkan dan melebihi ekspektasi, DAO kemudian mulai melakukan projek mereka dan meluncurkannya secara resmi pada tanggal 30 April 2016. Pemasaran proyek token The DAO pun semakin mengalami peningkatan, namun 2 bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 12 Juni 2016, pihak pengembang The DAO mengumumkan adanya suatu Bug (Celah) pada sistemnya, namun mereka menegaskan tidak ada dana DAO yang beresiko hilang.

Perlu dicatat bahwa Bug (Celah) keamanan tersebut bukan pada Ethereum-nya, namun pada platform The DAO. Artinya, kesalahan dan kerentanan berada di pihak ketiga, bukan pihak mata uang kripto.

Kemudian Insiden Hacking pun terjadi, tepatnya pada tanggal 18 Juni 2016, disaat semua pengembang sedang sibuk memperbaiki kerentanan proyek mereka. Salah satu / sekumpulan Hacker Anonymous memanfaatkan kerentanan tersebut dan berhasil mencuri Ethereum senilai lebih dari $3,6 juta. Pada saat insiden terjadi, harga Ethereum / Ethereum Classic turun dari harga $20 menjadi kurang dari $13. Serangan-pun terus berlanjut karena masih banyak orang yang bertanya-tanya Apakah Benar ETC Akan Hardfork atau uang yang sudah hilang tersebut akan direlakan begitu saja. Pihak The DAO bahkan mengajukan permohonan Hardfork untuk mengembalikan dana yang telah dicuri karena jumlahnya yang tidak sedikit.

Meskipun kesalahan terletak pada pihak The DAO, yaitu karena hanya menyimpan keseluruhan dana pada 1 wallet saja, sehingga pencurian private key rawan terjadi, namun akhirnya pihak Ethereum mengambil kebijakan untuk menyelesaikan masalah ini dengan melakukan pemisahan Chain sehingga dana yang telah dicuri bisa dikembalikan lagi pada instrumen yang baru yaitu Ethereum (ETH) yang saat ini kita kenal dan menduduki posisi ke-2 dari keseluruhan mata uang kripto yang ada.

Sebenarnya, Hardfork tersebut dinilai sangat salah dan tidak masuk akal, karena pada jaringan Blockchain dengan algoritma matematika seharusnya kesalahan yang sudah terjadi menjadi kekal tanpa bisa dirubah sedikitpun. Namun, alih-alih dapat menutupi keseluruhan insiden, kepercayaan terhadap mata uang kripto semakin surut, karena Blockchain yang notabene bersifat kekal dan tidak bisa dimanipulasi, pada bulan Juli 2016 justru terjadi insiden manipulasi tersebut.

Cari Artikel