Semua informasi seputar bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ethreum (ETH) dan berbagai cryptocurrency

Apa itu ICO (Initial Coin Offering)

apa itu ico
Spread the love

Pada sesi pembahasan kali ini kita akan membahas tentang Pengertian apa itu ICO, apalagi saat ini ICO sudah sangat menjamur di mancanegara dan mulai diadopsi oleh Indonesia seperti Tokenomy yang sudah kita bahas pada tulisan sebelumnya. Jika kita perhatikan pertumbuhan mata uang kripto, semakin hari semakin besar dan semakin populer karena adopsi mainstream sudah semakin luas.

apa itu ico

Adopsi mainstream untuk mata uang kripto bisa kita bandingkan dengan melihat situs Coinmarketcap yang hampir selalu mengalami kenaikan setiap harinya. Saat ini Total Valuasi Pasar kripto sebesar $763 miliar, naik sekitar $40 miliar pekan ini. Sedangkan total kripto yang beredar didunia saat ini adalah 1,384 koin, dengan dominasi dipegang oleh Bitcoin (BTC), Ripple (XRP) dan Ethereum (ETH).

Kenaikan Valuasi Pasar tersebut juga tidak lepas dari proyek-proyek ICO yang sudah sukses di lakukan. Berbagai macam ICO sudah dilakukan, dan yang paling sukses adalah ICO Ethereum pada tahun 2016 yang mendapatkan dana sebesar $150 juta. Lalu apa sebenarnya apa itu ICO (Initial Coin Offering) yang semakin menjamur ini?

Sebenarnya apa itu ICO?

ICO adalah singkatan dari Initial Coin Offering atau jika dalam bahasa indonesia bisa diartikan sebagai “Penawaran Koin Perdana”. Yaitu semacam metode penawaran koin / token yang dilakukan oleh para pengembang, perusahaan startup / berkembang / maju, untuk memperoleh dana dari Crowdfunding sebagai dana pengembangan proyeknya.

Setelah memahami Pengertian ICO diatas, lantas untuk apa ICO dilakukan?

ICO dilakukan untuk menggalang dana jika proyek yang dikembangkan oleh pengembang tidak kunjung mendapatkan dana pinjaman dari bank, maupun departemen keuangan lainnya. Crowdfunding menjadi satu-satunya alternatif terbaik, karena tidak terkait dengan institusi maupun otoritas pemerintah. Apalagi ICO bisa dilakukan secara digital, sehingga pesertanya bisa berasal dari mana saja di seluruh belahan dunia ini.

Pengembang akan menyodorkan sebuah Whitepaper yang berisi tentang seluruh detail proyek mulai dari apa proyek yang akan dibuat, berapa dana yang dibutuhkan, siapa yang bertanggung jawab, dimana data disimpan, hingga bagaimana kesepakatan antara Investor dan Pengembang tersebut.

Biasanya Koin atau Andil Saham yang ditawarkan masih berbentuk token, kemudian dana akan disimpan di Escrow. Token yang sudah dibeli belum bisa diperdagangkan sebelum proyek benar-benar sudah diluncurkan secara resmi. Namun, jika proyek sudah diluncurkan tentu saja token tersebut bisa diubah menjadi sebuah koin yang dapat diperjual belikan pada suatu market tertentu, ataupun untuk kegiatan lain semisal transaksi pengiriman uang maupun pembayaran pembelian produk di suatu merchant.

Beberapa ICO dilakukan untuk tujuan umum berikut ini :

  • Penggalangan Dana. Saat ini bukan rahasia lagi bahwa peminjaman kredit bank maupun lembaga keuangan lainnya sudah sangat sulit dilakukan. Apalagi bagi perusahaan yang masih dalam taraf baru dan berkembang. Pihak bank biasanya mentargetkan berbagai persyaratan yang cukup sulit dilakukan sebelum pencairan dana kredit bisa dilakukan.

ICO 2

Dengan ICO, semuanya menjadi lebih mudah. Sebagai contoh, perusahaan startup ingin mendapatkan dana proyek sebesar $1 juta, untuk mendapatkan dana tersebut developer cukup membuat token sebanyak 2 juta dengan harga $0.5 per tokennya. Secara otomatis, kalangan dari bawah hingga atas dapat mengikuti ICO tersebut tanpa harus memiliki dana yang berlimpah.

  • Media Promosi. ICO sering dilakukan untuk membidik target sebelum koin benar-benar diluncurkan.

Konsumen dapat mengetahui koin projek sebelum benar-benar diluncurkan, sehingga pada saat peluncuran resmi keuntungan bisa lebih ditingkatkan.  Apalagi, persaingan koin saat ini sudah sangat ketat, sehingga manfaat dan fungsi koin harus benar-benar dipublikasikan terlebih dahulu.

 


Spread the love

Cari Artikel