Semua informasi seputar bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ethreum (ETH) dan berbagai cryptocurrency

Apa Itu Ethereum Classic (ETC)

Apa Itu Ethereum Classic (ETC) ? Tahun 2017 bisa dibilang sebagai “Tahun Kriptografis”, dimana keseluruhan Cryptocurrencies (mata uang kripto) mengalami pertumbuhan yang signifikan, bahkan hingga ribuan persen hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja. Kita sudah biasa mengenal Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), yang menempati posisi teratas di jajaran ranking mata uang kripto menurut Coinranking.com. Bitcoin (BTC) menjadi kripto nomor 1 didunia disusul oleh Ethereum (ETH) diposisi 2. Tahukah anda jika ada sejarah kelam yang terjadi dari Ethereum (ETH) tersebut?.

Apa Itu Ethereum Classic (ETC)

Ethereum (ETH) sebelum dikenal seperti saat sekarang pada awalnya merupakan Ethereum Classic (ETC), namun karena ada insiden Hacking maka dilakukan pemisahan chain untuk menciptakan Altcoin baru agar masalah tersebut bisa diselesaikan. Namun, hal ini berdampak dengan terbengkalainya ETC, padahal ETC merupakan senior dari ETH yang saat ini kita kenal. Lalu, Apa Itu ETC?

baca juga: Apa Itu Stellar Lumens (XLM).

Apa Itu ETC?

Ethereum Classic (ETC) merupakan mata uang Ether yang pertama kali diciptakan oleh Vitalik Butterin pada tahun 2014 silam. Ethereum Classic juga memiliki Smart Contract dan merupakan mata uang kripto yang pertama kali mengaplikasikannya.

Ada insiden yang pasti belum diketahui banyak orang tentang sejarah terpisahnya Ethereum Classic (ETC) dan Ethereum (ETH) yang kita kenal saat ini.
DAO (Decentralized Autonomous Organization) merupakan suatu perusahaan yang melakukan ICO (Initial Coin Offering / Penawaran Koin Perdana) pertama kali dengan mengadopsi Ethereum Classic (ETC) sebagai basis proyek mereka. ICO tersebut mampu untuk menarik minat para Investor dan menghasilkan lebih dari $150 juta, angka ICO terbesar yang bisa diraih pada saat itu.

Setelah proses ICO selesai dilakukan, para pengembang dari The DAO menemukan suatu Bug (Celah) pada sistem keamanan mereka, dan langsung melakukan analisa tentang langkah perbaikan yang bisa diambil selanjutnya. Namun sayang sekali, Bug tersebut kemudian justru lebih dulu dimanfaatkan oleh Hacker yang berhasil mencuri ETC senilai $3.6 juta. Pada saat insiden tersebut terjadi harga ETC langsung anjlok hampir 100% dalam sekejap.

Meskipun dirasa tidak adil, karena segala sesuatu yang terjadi pada blockchain seharusnya tidak bisa di reset atau diperbaiki, namun nyatanya pihak Ethereum tetap melakukan Hardfork guna memisahkan jaringan Chain agar dana yang dicuri bisa kembali namun dengan Instrumen yang baru yaitu ETH. Akhirnya, Vitarlik Butterin sebagai pencipta Ethereum, para pengembang, dan mayoritas para penambang akhirnya bersepakat untuk melakukan Hardfork agar masalah tersebut bisa diselesaikan.

Hardfork dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016 lalu dan menghasilkan Altcoin baru yaitu Ethereum (ETH) dan seniornya disebut dengan Ethereum Classic (ETC). Tujuan penamaan tersebut adalah agar Ethereum (ETH) masih bisa terus eksis dipasar dengan nama baik yang sama, namun hal ini berdampak pada pamor ETC yang tertinggal dari juniornya.

Apa Itu Ethereum Classic (ETC) 1

Saat ini, Ethereum Classic (ETC) sedang menempati urutan ke-16, terpaut 12 posisi dari juniornya yaitu Ethereum (ETH) yang saat ini menempati ranking ke-2. Meskipun sempat tertinggal dan dilupakan karena banyak kesalahpahaman yang terjadi dengan adopsi Ethereum (ETH) yang lebih besar. Namun pertumbuhan yang dapat dicetak oleh Ethereum Classic (ETC) selama 1 tahun terakhir ini juga lumayan besar, yaitu sekitar 2.863,07%, atau lebih dari 28 kali lipat dari harga awal tahun.

Apa Itu Ethereum Classic (ETC) 2

Meskipun tetap mengalami kenaikan yang lumayan, namun sepertinya untuk tahun-tahun kedepan Ethereum Classic (ETC) akan sangat keculitan untuk mengalami kenaikan lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan oleh munculnya Altcoins baru yang memiliki lebih banyak fitur untuk diimplementasikan, bahkan ada yang sudah bisa Cross Chain.

Cari Artikel